Selasa, 09 Agustus 2016

BAHAN - BAHAN YANG BIASA DIGUNAKAN UNTUK HIJAB & GAMIS SYAR'I

 

Bunda dan Kakak .....
Sudah tahukan apa sih bahan-bahan yang populer untuk bahan pembuatan Hijab & Gamis ??.  Berikut ini akan diulas beberapa bahan yang populer di dunia Hijabers.

Selain model gamis & Hijab  biasanya pencinta busana muslim juga akan sangat memperhatikan bahan apa yang digunakan untuk Hijab maupun  baju gamis  tersebut. Banyak orang bahkan sangat-sangat fanatik dengan bahan tertentu mengingat jika mereka salah dalam memilih bahan untuk Gamis & Hijab Mereka maka selama mereka menggunakannya pastinya akan tersiksa karena merasa tidak nyaman. beberapa bahan yang saat ini populer di gunakan oleh Produsen Gamis & Hijab sebagai berikut : Kain sifon, kain hycon, kain ceruty dan braso 



Masing-masing kain ini memiliki tampilan yang hampir sama akan tetapi  dengan tekstur yang  berbeda.
Berikut ini akan dibahas satu persatu  Ciri-ciri yang membedakan  dari bahan - bahan tersebut  :

A. SIFON :
  1. Kain cenderung tipis.
  2. Meskipun tekstur kain tergolong model bahan jatuh, tetapi biasanya teksturnya licin. Sehingga agak sulit untuk dibuat model-model tertentu. Selain itu, seringnya jika tidak hati-hati maka kain akan mudah sekali robek atau berlubang.
  3. Karena kain tipis, sehingga perlu dilapisi dengan kain rangkap agar bisa menutup aurat dengan sempurna. Dampaknya, ketika pakaian dipakai akan terasa panas di badan.
B. HYCON  :
  • Memiliki tekstur kain yang mirip dengan kain sifon, tetapi sedikit lebih tebal. Sehingga tidak perlu dilapisi kain furing yang terlalu tebal.
  • Biasanya akan lebih mudah untuk dibuat model-model unik. Bahkan beberapa hijaber (pengguna hijab) sering mengkombinasikan kain bahan ini untuk kerudung maupun untuk Baju gamisnya.  Sehingga antara baju dan kerudung memiliki warna yang sama atau senada.
  • Jika dipegang kain akan terasa dingin. Sehingga sangat nyaman digunakan.
C. CERUTY  :
  • Kain ini biasa di sebut bahan gamis & Hijab Premium , memiliki harga lebih mahal dari kain sifon dan hycon.
  • Teksturnya  lembut dan sedikit tebal. Ciri yang tampak, biasanya di kain ini berserat dan Sedikit berpori  mudah diaplikasikan untuk model-model unik.
D. BRASO   :
  • Kain ini biasa di sebut bahan gamis & Hijab Premium, harga paling mahal diantara ke empat bahan tersebut.
  • Teksturnya  lembut dan sedikit tebal. Ciri yang tampak, biasanya di kain ini berserat dan berpori  juga mudah diaplikasikan untuk model-model unik.
nah bunda  , sekarang setelah kita paham beberapa jenis Bahan yang populer digunakan untuk Gamis dan Hijab , tinggal kita memilih bahan apa yang akan kita beli, tentunya disesuaikan dengan budget belanja bunda semua 


Butuh Hijab & Gamis keren & Update  !!


kunjungi & Like  FB Fanspage kami : Bajubarumu.com 

Instagram : @gamishijab.id

Klik Disini 





Selasa, 02 Agustus 2016

Dahulukan Kewajiban .... berharap datangnya ridho ALLAH SWT


SEBUAH CERITA SINGKAT DARI TEMAN DI BANDUNG

Sore kemarin ada yang menarik terjadi. Saya naik angkot Riung Bandung dari simpang dago. Karena kursi di depan kosong, jadilah saya pilih duduk di depan, di sebelah pak sopir. Awalnya gak ada interaksi positif yang terjadi, sampai akhirnya mobil sampailah di sekitar gedung sate.

(Aslinya obrolan pakai bahasa Sunda, tapi saya terjemahkan dan rangkum biar lebih ringkas...obrolan terjadi hampir selama dua jam.)

"Mau turun di mana?", tanyanya pada saya. "Riung, pak". "Neng, Bu, turun di mana?", tanyanya pada penumpang lainnya. "Kiara condong.". Tidak ada yang aneh saya rasa dengan pertanyaan itu.

Pas di depan Pusdai, angkot tidak belok kanan ke jalan Citarum tapi lurus ke Supratman, jalan lebih pendek tapi konsekuensi gak bisa dapat muatan. Jadilah saya bertanya, "Mau langsung pulang pak?". "Enggak, saya ngepasin waktu, mau shalat Maghrib. Kalau hanya sampai Kiara condong rasa-rasanya masih cukup.", Jleb...cukup menohok jawabannya.

(Komentar saya gak dimasukkan, soalnya gak penting nambah nilai obrolan ini...)

"Kalau udah biasa shalat apalagi berjamaah mah rasanya ada beban kalau udah masuk waktu shalat masih di jalan. Saya mah kalau masuk waktu shalat insya Allah mengusahakan buat berhenti dulu. Terutama Maghrib yang waktunya pendek. Ya, sebelumnya minta maaf dulu sama seluruh penumpang yang saya turunkan di jalan. Semua penumpang gak akan saya tarik bayaran, bayarnya ke angkot selanjutnya saja."

"Gak perlu rasanya terlalu semangat mencari uang, sampai mengorbankan kewajiban utama kita. Cari nafkah itu wajib, tapi shalat lebih wajib. Yang penting itu bawa rejeki yang barokah. Bawa 100 ribu atau 10 ribu asal barokah mah insyaallah bermanfaat. Allah itu gak akan marah kalau kita mati gak punya mobil atau gak punya rumah. Tapi Allah akan marah kalau kita mati gak punya iman. Bahkan Rasulullah pun pernah berdoa supaya dimatikan dalam keadaan miskin supaya hisabnya ringan."

Tak lama sampailah kami di Kiara condong, semua sudah turun kecuali saya. "Maaf atuh mas, cuma bisa ngantar sampai Kiara condong.". "Sekalian saya juga mau shalat kok pak, bareng aja.". Lalu kami shalat di pom bensin terdekat. Setelah shalat, saya dibelikan kopi di tukang rokok langganannya di pinggir rel. Lanjutlah kami mengobrol.

"Saya mah bawa mobil ini mah anggap aja sebagai jembatan shirotol mustaqim, yang akan melalukan saya ke kehidupan selanjutnya. Saya juga ingin supaya mobil ini jadi saksi kalau saya ini banyak beribadah. Mobil ini sudah sering berhenti di banyak masjid. Saya pernah sebelumnya punya banyak mobil, ada yang angkot ada yang mobil biasa. Tapi ya kok gak bikin saya tenang, soalnya waktu itu mobil-mobil itu berhubungan dengan riba. Akhirnya saya lepas semuanya. Mendingan satu ini aja tapi bebas dari riba."

"Saya mah kalau di jalan, pas mobil kosong ya biasa aja, gak jadi kesel kalau mobil teman penuh. Lha kan kita juga pernah merasakan angkotnya penuh. Kadang teman-teman suka ada yang kesal kalau mobilnya kosong sedangkan yang lain penuh. Padahal kalau gitu berarti kita punya penyakit hati. Saya mah selalu minta sama Allah supaya dijauhkan dari penyakit hati seperti itu."

"Pas kita nanti mati mah yang dibawa kan cuma harta yang dibelanjakan di jalan Allah, ilmu yang diamalkan dan diajarkan dan anak Sholeh yang mendoakan. Tapi ingat, kalau mau punya anak shaleh, orang tuanya harus shaleh dulu. Apa yang dilakukan anak itu bisa jadi cerminan perilaku kita."

"Kita itu harus banyak beramal, supaya umur kita panjang. Bukan berarti umur tubuh kita, tapi umur dari kebaikan yang kita lakukan yang terus akan memberi manfaat dan diingat oleh orang yang ditinggalkan."

Terus kami mengobrol sampai akhirnya sampailah kami di Riung Bandung. Ah rasanya masih kurang lama saya menimba ilmu dari beliau. Mudah-mudahan perjalanan bapak setiap hari dari Riung ke Dago menjadi perjalanan ibadah dan dakwah. Dan ilmu yang disampaikan terus memberikan manfaat buat semuanya..

sumber : copas dari sosmed

Di postingkan sebagai pengingat kita